10 Film Yang Mengubah Dunia 2

10 Film Yang Mengubah Dunia 2

5. An Inconvenient Truth


Film dokumenter karya sutradara Davis Guggenheim ini bercerita tentang Mantan Wakil Presiden AS Al Gore yang membahas kemungkinan bahaya pemanasan global menjadi sebuah fenomena budaya. Selain menjadi film dokumenter terlaris keempat tertinggi dalam sejarah AS, 'An Inconvenient Truth' dianggap meningkatkan kesadaran akan masalah di seluruh dunia.
Isu perubahan iklim juga menjadi subjek utama perdebatan dalam kampanye politik berikutnya.
Dalam beberapa tahun setelah film tersebut dirilis, 'An Inconvenient Truth' menjadi rekomendasi untuk pejabat pemerintah di sejumlah negara Eropa. Bahkan beberapa sekolah tinggi di AS juga menggunakan kontroversi dalam film tersebut sebagai bagian dari kurikulum sains.


4. The Battle of Algiers


Dirilis pada 1966, 'The Battle of Algeirs' adalah salah satu film terbaik yang jarang diketahui orang. Film ini berkisah tentang perang kebebasan Aljazair pada 1950, ketika para revolusioner pejuang kemerdekaan memulai kampanye gerilya melawan penjajah Prancis.Karena dianggap mengandung unsur provokasi, film ini dilarang tayang di Prancis selama lima tahun setelah rilis, dan dikutuk oleh sejumlah pejabat pemerintah. Dekade 60-an adalah masa dekolonisasi besar-besaran di seluruh dunia, dan banyak yang mengklaim bahwa 'The Battle of Algiers' muncul sebagai semacam manual untuk mengobarkan perang gerilya.Kelompok-kelompok seperti Black Panthers dan Tentara Republik Irlandia disebut-sebut menggunakan beberapa taktik yang ada di film itu. 'The Battle of Algeirs yang disutradarai Gillo Pontecorvo itu bahkan diputar di Pentagon pada 2003 sebagai contoh masalah yang dihadapi oleh militer AS di Irak.


3. Triumph of The Will


Triumph of Will adalah contoh utama yang menunjukan bagaimana seni digunakan untuk tujuan kejahatan. Film dokumenter tersebut menggambarkan tentang Kongres Partai Nazi pada 1934 di Nuremberg, Jerman.Film ini merupakan propaganda yang disusun secara hati-hati yang dirancang untuk memenangkan ideologi Adolf Hitler. Diawali dengan kedatangan sang diktator dalam sebuah perayaan di kota, dan pidato oleh para pemimpin Nazi, parade tentara SS, serta cuplikan dari banyak cara bahwa orang-orang Jerman bersatu dalam mendukung Reich ketiga.Film ini sangat tidak disarankan untuk dipromosikan di luar Jerman. Namun, 'Triumph of Will' dianggap membantu mengungkap pribadi di sekitar Hitler, serta menciptakan ilusi dukungan penuh untuk kebijakan-kebijakannya.


2. The Birth of A Nation


Film karya sutradara D.W. Griffith yang dirilis pada 1915 silam ini masih dikreditkan sebagai salah satu film paling berpengaruh yang pernah dibuat. 'The Birth of A Nation' mengisahkan peristiwa seputar Perang Saudara Amerika, pembunuhan Abraham Lincoln, dan pembentukan Ku Klux Klan.Film bisu ini sukses besar, namun kemudian berada di bawah pengawasaan karena ketidakakuratan sejarah dan soal rasisme. Sejumlah organisasi kemudian mengutuknya, termasuk NAACP dan film ini dilarang rilis di sejumlah kota di AS.Di Boston dan Philadelphia, kerusuhan sering pecah. Setidaknya satu orang kulit putih dibunuh seorang remaja berkulit hitam setelah melihat film tersebut.Menurut seorang wartawan, 'The Birth of a Nation' memberikan kontribusi dalam sebagian besar reformasi Ku Klux Klan pada 1920-an, dan dikatakan bahwa Klan tersebut menggunakan film sebagai alat perekrutan anggota selama beberapa tahun.


1. The Thin Blue Line


Tidak ada yang menyangkal 'The Thin Blue Line' mampu membuat perbedaan yang sangat berpengaruh, setidaknya untuk kehidupan seseorang. Film yang dirilis pada 1988 itu menceritakan kisah Randall Dale Adams, seorang pria yang salah dihukum mati atas pembunuhan seorang perwira polisi Dallas.Menggunakan penelitian yang mendalam, sutradara Errol Morris menggunakan film tersebut untuk menggambarkan bahwa saksi mata dari kasus itu tidak dapat diandalkan. 'The Thin Blue Line' juga mengungkapkan, sejumlah saksi-saksi lain dalam persidangan telah melakukan sumpah palsu.Adams akhirnya diberi kesempatan untuk mengulang proses persidangan kasusnya. Hasilnya, ia dibebaskan dari tuduhan pembunuhan, dan diberikan kembali kebebasannya. Film ini sekarang dianggap sebagai gaya klasik dari genre dokumenter, dan pendalaman investigasi di TKP sangat mempengaruhi film berikutnya, juga acara televisi.